PKisah Pangururan
Kuliner khas Batak Toba dari Pangururan

Saksang, Arsik, dan Mie Gomak: Cita Rasa Batak Toba di Pasar Pangururan

Saksang, arsik, dan mie gomak menyajikan cita rasa Batak Toba di Pasar Pangururan, pusat kuliner dan ibu kota Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Saksang, Arsik, dan Mie Gomak: Cita Rasa Batak Toba di Pasar Pangururan

Inti Sari

  • Pangururan adalah ibu kota Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dengan pusat pemerintahan di Kelurahan Pasar Pangururan.
  • Saksang, arsik, dan mie gomak adalah tiga masakan khas Batak Toba yang lazim dijumpai di pasar dan rumah makan Pangururan.
  • Saksang diolah dari daging dengan bumbu andaliman dan darah, arsik dari ikan mas berbumbu kunyit dan andaliman, mie gomak berupa mie kasar bersantan.
  • Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) adalah rempah khas Sumatra Utara yang memberi sensasi getir-menuir pada masakan Batak.
  • Pasar Pangururan menjadi pusat jual beli dan kuliner bagi warga Samosir serta pelancong yang melintasi Jalan Lintas Sumatera menuju Danau Toba.

Pagi di Pasar Pangururan

Udara dingin khas dataran tinggi Samosir masih menusuk kulit saat pedagang mulai menata dagangan di Pasar Pangururan, Kelurahan Pasar Pangururan. Kecamatan ini bukan sekadar pasar biasa: Pangururan adalah ibu kota Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, sehingga aktivitas ekonominya relatif ramai dibanding kecamatan lain di pulau ini.

Di sudut-sudut los daging dan ikan, aroma andaliman bercampur kunyit dan serai menyeruak. Dari situlah tiga nama masakan Batak Toba paling sering disebut pembeli: saksang, arsik, dan mie gomak. Ketiganya bukan hidangan mewah restoran, melainkan makanan harian yang dijual di warung kayu sederhana, sebagian masih memasak dengan kayu bakar.

Saksang, Arsik, dan Mie Gomak: Tiga Wajah Dapur Batak

Saksang adalah olahan daging, umumnya babi atau anjing pada tradisi tertentu, dimasak dengan darah, andaliman, bawang, dan cabai hingga kuahnya pekat berwarna gelap. Bagi orang Batak Toba, saksang kerap hadir di pesta adat dan acara keluarga. Rasanya kuat, pedas, dan getir dari andaliman.

Arsik berbeda watak. Hidangan ini berbahan ikan mas yang dimasak perlahan bersama bumbu kunyit, lengkuas, serai, asam, dan andaliman sampai kuahnya menyusut dan meresap ke daging. Proses memasaknya lama, kadang berjam-jam, sehingga bumbu benar-benar menembus tulang ikan. Di Pasar Pangururan, arsik biasanya dijual dalam porsi besar untuk dibawa pulang.

Mie gomak melengkapi keduanya. Mie ini bertekstur kasar dan tebal, dimasak dengan kuah santan berbumbu andaliman, kunyit, dan daun jeruk. Ada versi berkuah dan ada versi goreng. Harganya relatif terjangkau, membuatnya jadi pilihan sarapan atau makan malam warga setempat.

Rempah yang Mengikat Cita Rasa

Benang merah ketiga masakan ini adalah andaliman, rempah kecil berwarna hijau yang tumbuh di wilayah Sumatra Utara. Sensasinya bukan pedas biasa: ada rasa getir dan sedikit kebas di lidah, sering disebut mirip merica dengan sentuhan jeruk. Tanpa andaliman, saksang, arsik, dan mie gomak kehilangan identitasnya.

Selain andaliman, kunyit, serai, lengkuas, dan daun jeruk menjadi bumbu dasar yang hampir selalu ada. Kombinasi ini membuat masakan Batak Toba cenderung berkuah kental, berwarna kuning keemasan, dan beraroma tajam.

Bagi pelancong yang melintasi Jalan Lintas Sumatera menuju Danau Toba, berhenti di Pasar Pangururan untuk mencicipi ketiganya adalah cara paling langsung mengenal dapur Batak Toba. Pilih warung yang ramai pembeli lokal, karena biasanya itu tanda masakannya segar dan bumbunya tidak dikurangi.

Cuplikan Video

Pertanyaan Umum

Di mana Pasar Pangururan berada?

Pasar Pangururan berada di Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Lokasinya menjadi pusat pemerintahan kabupaten.

Apa itu andaliman?

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) adalah rempah khas Sumatra Utara dengan rasa getir dan sedikit kebas, sering dipakai pada masakan Batak seperti saksang, arsik, dan mie gomak.

Apakah mie gomak selalu berkuah?

Tidak. Mie gomak tersedia dalam versi berkuah santan maupun versi goreng, keduanya dibumbui andaliman dan kunyit.

Kapan waktu terbaik mencicipi masakan ini di Pasar Pangururan?

Pagi hingga siang hari, saat pasar masih ramai dan warung baru selesai memasak. Sebagian warung juga buka pada malam hari.